Polip Hidung

Polip hidung merupakan pertumbuhan jaringan lunak, tidak terasa sakit dan tidak menyebabkan kanker pada saluran hidung atau sinus. Polip memiliki bentuk seperti anggur yang tergantung pada batangnya. Polip hidung memili ukuran yang beragam dengan warna yang serupa. Polip yang besar atau berkelompok dapat menyebabkan gangguan pernapasan, hilangnya indera penicuman dan infeksi berulang.

Gejala Polip Hidung

Pada kasus dengan polip yang masih kecil, tidak akan menimbulkan gejala apapun, namun apabila polip sudah membesar, maka gejala yang akan dirasakan oleh penderita polip hidung adalah:

  • Nyeri pada wajah
  • Indera penciuman dan indera perasa berkurang atau bahkan mati rasa
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Lendir yang jatuh dari belakang hidung ke tenggorokan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa gatal disekitar mata
  • Mendengkur
  • Sakit pada gigi rahang atas

Gejala utama dari polip hidung sama dengan gejala flu dan pilek. Namun gejala flu dan pilek akan menghilang setelah beberapa hari. Sedangkan gejala dari polip hidung tidak akan hilang jika tidak diobati.

Penyebab Polip Hidung

Sampai saat ini, masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab terjadinya polip hidung. Polip hidung adalah lesi yang muncul hasil dari peradangan pada jaringan saluran hidung atau sinus. Peradanga ini mengakibatkan terkumpulnya sel-sel berisi cairan pada dinding saluran pernapasan dan akhirnya terbentuklah polip. Namun, mengenai kenapa inflamasi bisa terjadi masih belum jelas.

Adanya kelainan dalam sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan hidung juga dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan. Faktor keturunan juga berpengaruh pada terjadinya polip hidung. Apabila seorang orang tua menderita polip hidung, maka anak berisiko tinggi mengalami polip hidung.

Polip hidung dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih umum menimpa usia remaja hingga dewasa. Polip paling sering terjadi pada sinus sekitar mata, hidung dan tulang pipi. Berikut ini beberapa faktos yang dapat memicu terjadinya polip hidung, seperti;

  • Sinusitis alergi jamur
  • Asma
  • Alergi rhinitis
  • Fibrosis kistik
  • Sindrom Churg Strauss
  • Intoleransi terhadap aspirin
  • Faktor keturunan

Diagnosis Polip Hidung

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada hidung Anda, dan menanyakan beberapa hal tentang gejala yang terjadi. Berikut beberapa cara diagnosis untuk memastikan polip hidung.

  • Endoskopi hidung. Sebuah pipa kecil dengan kaca pembesar atau kamera dan cahaya di ujungnya akan digunakan oleh dokter THT untuk memeriksa lebih detail bagian dalam dari hidung dan sinus
  • Pencitraan. CT-scan atau MRI dapat dilakukan untuk mengambil gambar pencintraan yang bagus untuk mengetahui ukuran dan lokasi polip hidung
  • Tes Alergi. tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah alergi yang Anda alami berkaitan dengan peradangan kronis yang terjadi

Pengobatan polip hidung bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Apabila ukuran polip hidung terlalu besar atau polip yang ada tidak bisa disembuhkan dengan obat-obatan, maka prosedur operasi harus dilakukan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *