Penyakit ISPA

ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut adalah infeksi yang dapat mengganggu proses pernapasan seseorang. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernafasan atau bahkan paru-paru.

ISPA termasuk penyakit yang mudah menular. Orang yang memiliki kelainan sistem kekebalan tubuh dan orang lanjut usia akan lebih mudah terkena ppenyakit ISPA. Anak-anak juga memiliki risiko yang sama , sebab sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sepenuhnya.

Seseorang bisa tertular ISPA saat dia menghirup udara yang mengandung virus atau bakteri. Virus atau bakteri ini dikeluarkan oleh penderita infeksi saluran pernapasan melalui bersin atau saat batuk. Selain itu, cairan yang mengandung virus atau bakteri yang menempel pada permukaan benda dapat menular ke orang lain saat menyentuhnya. Untuk menghindari penyebaran virus atau bakteri, sebaiknya mencuci tangan secara teratur, terutama sesudah melakukan aktivitas di tempat umum.

Menurut data WHO, penyakit ISPA menjadi penyakit menular yang sangat mematikan, menyebabkan 3 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2016. Di Indonesia sendiri, ISPA menduduki peringkat pertama sebagai penyakit yang paling banyak diderita masyarakat, terutama anak-anak. Rata-rata, balita di Indonesia mengalami skait batuk pilek setidaknya tiga sampai enam kali per tahunnya. Dengan tingginya angka kejadian ISPA di Indonesia, penting bagi kita untuk mengetahui gejala pengobata, dan langkah pencegahan yang paling tepat.

Penyebab ISPA

Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, bahwa ISPA ditularkan oleh virus dan bakteri. Berikut ini beberapa mikroorganisme yang dapat menyebabkan terjadinya ISPA:

  • Adenovirus. Gangguan pernapasan seperti pilek, bronkitis dan pneumonia dapat disebabkan oleh virus yang memiliki lebih dari 50 jenis
  • Rhinovirus. Virus penyebab pilek, dan pada anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah, pilek dapat berubah menjadi ISPA pada tahap yang serius
  • Pneumokokus. Bakteri ini menyebabkan meningitis dan memicu gangguan pernapasan seperti pneumonia

ISPA juga akan lebih mudah menyerang orang yang menderita penyakit jantung atau memiliki gangguan dengan paru-parunya. Perokok juga berisiko tinggi terkena penyakit ISPA dan cenderung lebih sulit disembuhkan.

Gejala ISPA

Pada umumnya, gejala dari ISPA muncul sebagai respon terhadap racun yang dikeluarkan oleh virus atau bakteri yang menempel di saluran pernapasan. Gejala dari ISPA dapat berupa:

  • Sering bersin
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Paru-paru terasa terhambat
  • Tubuh terasa sakit
  • Merasa kelelahan dan timbul demam
  • Batuk-batuk dan tenggorokan terasa sakit

Jika ISPA bertambah parah, gejala yang lebih serius akan muncul seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Demam tinggi dan menggigil
  • Kesulitan bernapas
  • Tingkat oksigen dalam darah rendah
  • Kesadaran menurun bahkan pingsan

Gejala-gejala tersebut umumnya akan berlangsung selama satu sampai dua minggi, dimana hampir sebagian besar penderita akan mengalami perbaikan gejala setelah minggu pertama. Untuk kasus sinusitis akut, gejala umumnya berlangsung kurang dari satu bulan, sementara untuk infeksi sakut seperti bronkitis, gejalanya berlangsung kurang dari tiga minggu.

Baca Juga : Bahaya ISPA Jika Menyerang Anak

Diagnosis ISPA

Diagnosis biasanya ditegakkan melalui anamnesa (wawancara seputar riwayat penyakit dan gejala), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Pada saat pemeriksaan fisik, suara napas akan diperiksa untuk mengetahui apakah ada penumpukan cairan atau terjadinya peradangan pada paru-paru.

Pemeriksaan tambahan yang mungkin dilakukan yaitu prosedur pulse oxymetry. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa seberapa banyak oksigen yang masuk dalam paru-paru, dan biasanya dilakukan saat pasien mengalami kesulitan bernapas.

Jika infeksi dicurigai telah masuk ke paru-paru, maka pemeriksaan dengan X-Ray atau CT scan mungkin akan direkomendasikan oleh dokter. Kedua jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk mengamati kondisi paru-paru.

Pencegahan ISPA

Pencegahan merupakan cara terbaik dalam mengatasi ISPA. Berikut beberapa pola hidup higienis yang dapat Anda lakukan sebagai tindakan pencegahan ISPA.

  • Mencuci tangan secara teratur terutama setelah berkativitas di tempat umum
  • Hindari menyentuh bagian wajah, terutama mulut, hidung dan mata dengan tangan agar terhindar dari penyebaran virus atau bakteri
  • Perbanyak mengonsumsi makanan kaya serat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  • Saat bersin, pastikan menutupnya dengan tisu atau tangan
  • Berolahraga secara teratur bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan risiko tertular infeksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *